Kiat Ichsan Aminuddin Besarkan Bisnis Otomotif

Post by Vicky Rachman, Dec 31, 2016 .

Tahun 2007, PT Rina Mitra Raharja (RMR), perusahaan milik Ichsan Aminuddin, terancam bangkrut lantaran merugi sebesar Rp 200 juta. Ketika itu, Ichsan hampir saja melempar handuk karena bisnis dealer sepeda motor yang dimilikinya itu tak kunjung meraup untung sejak berdiri pada 2004. Ichsan lalu mengubah strategi pemasaran RMR dengan cara menjemput bola dengan mengikuti beragam pameran di pusat keramaian untuk memikat calon pembeli potensial, semisal membuka tenda Pos Honda yang digelar di halaman sejumlah minimarket di sekitar Jakarta dan Bogor. Sejak saat itu, “Grafik penjualan sepeda motor naik,” ujar suami Astri Hasnul Suhaemi ini. Sebelumnya, RMR hanya menanti calon konsumen menyambangi dealer milik RMR yang tersebar di sejumlah kawasan di Jabodetabek.Setelah merampungkan S-1 di Universitas Padjadjaran, Ichsan pada medio 2004 merintis bisnis dealer sepeda motor. Dealer-nya berlokasi di Citereup, Bogor, yang diakuisisinya dari salah satu dealer milik Theodore Permadi Rachmat yang berada di bawah payung PT Daya Anugrah Mandiri (Daya Motor). Ichsan diberi pinjaman modal usaha oleh ayahnya, Aminuddin Nurdin, salah satu eksekutif di Grup Triputra. Ichsan membeli dealer dari Daya Motor itu karena ingin mempelajari manajemen bisnis yang sudah mengakar kuat di Daya Motor. Ia pun memperoleh bimbingan dan wejangan dari pendiri Daya Motor dalam menjalani bisnis dealer kendaraan bermotor. Teddy, demikian Ichsan menyapa Theodore, bukan sosok yang asing di keluarga besarnya. Sang ayah, Aminuddin, pernah bekerja di PT Astra International Tbk. Teddy adalah keponakan William Soeryadjaya, pendiri Grup Astra dan sempat menjadi pemimpin di perusahaan ini. Aminuddin dikenal sebagai pakarnya komunikasi publik Grup Astra. Seusai pensiun di Astra, ayahnya Ichsan berkiprah di perusahaan milik Teddy yaitu Grup Triputra. Kendati demikian, Ichsan tak berpangku tangan walau sang ayah menjabat eksekutif di perusahaan papan atas. Sebaliknya, dia berinisitaif membesarkan bisnisnya ini. Bahkan, modal yang dipinjamkan ayahnya itu sudah dikembalikan. “Ayah dan Pak Teddy adalah mentor bisnis saya,” ucapnya. Kini, Ichsan memiliki tiga dealer sepeda motor Honda di Cirendeu, Citereup dan Lombok, Nusa Tenggara Barat yang beroperasi tahun lalu. Rata-rata penjualan di dealer Cirendeu, disebutkan Ichsan, sebanyak 500-600 unit setiap bulan. Sementara dealer Citereup melego 300 unit dan dealer Lombok sebanyak 200 unit/bulan. Keuntungan penjualan di Lombok diklaim Ichsan setara dengan hasil keuntungan menjual 500 unit sepeda motor di dealer Cirendeu. Sebab, persaingan sengit di Jakarta memaksa Ichsan memberikan potongan harga kepada konsumen sehingga memangkas margin laba. “Adapun jumlah dealer di Lombok masih sedikit, makanya kami masuk ke sana karena pasar di Lombok masih besar dan persaingannya belum kompetitif,” tutur pria kelahiran tahun 1979 ini.Berbicara bisnis otomotif, Ichsan boleh dikatakan menonjol sejak masa kuliah di Unpad. Sulung dari tiga bersaudara ini berjualan semir ban mobil di kampusnya. Dia membeli bahan bakunya di toko kimia. Kemudian, bahan itu diracik untuk menjadi semir ban. Produknya ini laris manis dan menjadi tren di kalangan mahasiswa. Selain itu, Ichsan juga berpengalaman di dunia event organizer (EO) yang ditekuninya sejak berkuliah di Unpad. Ichsan melanjutkan kiprahnya di bisnis EO dan sukses menggeber sejumlah acara otomotif berskala nasional dan internasional.Ichsan mengemas acara kreatif demi menggugah minat konsumen, pengunjung dan komunitas otomotif terhadap mobil tertentu. Sebut saja, acaranya mobil BMW, Isuzu dan Wuling, mobil bikinan China. “Kami biasanya mengundang komunitas, contohnya komunitas penggemar Mini Cooper di acara yang purchasing power-nya sama dengan pemilik BMW,” ujarnya. Acaranya itu bertajuk Night Rider yang digelar di ruang pamer BMW. Geliat Ichsan di dunia otomotif semakin mekar karena dia menjabat Chief Operating Officer di modifikasi.com, portal otomotif bagi komunitas modifikasi dan jual beli mobil online, yang berdiri pada 2012. Modifikasi.com kerap kali menggandeng agen tunggal pemegang merek dan komunitas otomotif untuk menggelar berbagai acara kreatif. Situs ini mengumpulkan 200 komunitas otomotif dan 2 ribu chapter di berbagai daerah. Peraih gelar S-2 dari Prasetiya Mulya Business School ini berencana mengembangkan bisnis modifikasi.com sebagai online dealer. “Modifikasi.com tidak hanya menjadi tempat memasang iklan jual beli mobil. Kami sedang menyiapkan fitur virtual dealer agar pembaca modifikasi.com bisa langsung membeli mobil dari produsen dan harganya lebih bersaing,” tuturnya.Riset: Yulia PangastutiJournalist : Vicky Rachman