Yasser Rizky, Spesialis Desain Tipografi

Post by Arie Liliyah, Oct 31, 2016 .

Kemampuan Yasser Rizky sebagai desainer grafis tak diragukan lagi. Pada 2010, pria kelahiran 1983 ini bersama rekannya mendirikan PT Indonesia Desain International. Selain itu, secara freelance Yasser juga menggarap proyek-proyek yang lebih banyak eksplorasi ke visual.Ada banyak proyek yang sudah dikerjakan. Di antaranya, proyek Ciputra (desain logo), Pondok Indah Residences (dari identitas korporat sampai strategi pemasaran), Bank HSBC (buku serta desain tata letaknya) dan MNC Land.Yasser mengatakan, dalam proses kreatifnya, semakin lama ia lebih tertarik mengolaborasikan desain dengan seni. “Bagaimana pemikiran desain bisa diterapkan di seni, arsitektur, dan yang terakhir itu desain untuk plaza (ruang terbuka),” ungkapnya. Pemikiran dan cara pandang desain grafis tersebut telah diterapkan Yasser saat membuat sculpture (patung) di Indonesia Contemporary Art and Design. “Saya buat patung tetapi kalau diperhatikan, cara saya eksekusinya pasti dari sudut pandang desain grafis. Itu dilakukan pada 2014,” katanya. Ia juga pernah mengikuti pameran tipotopia yang menjadikan tipografi sebagai karya seni. Pameran ini merupakan hasil kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan.Jadi, bisa dibilang kini Yasser lebih sebagai spesialis tipografi. Apa itu? “Tipografi itu sebenarnya bagian dari desain grafis yang sangat grafis. Jadi, itu benar-benar mengeksporasi desain huruf-huruf. Setiap bentuk huruf itu kan ada karakter dan emosi yang dikandung di dalamnya. Jadi, ini adalah ilmu yang spesifik mempelajari huruf dan memang fokusnya ke bentuk huruf. Dan, mungkin banyak riset dan karya saya yang penekanannya ke situ,” katanya panjang lebar.Sebetulnya, di setiap bentuk huruf itu ada makna yang sifatnya eksplisit dan di balik itu juga ada makna yang lebih ke transfer emosi tertentu. Misalnya, bentuk huruf M pada McDonald’s dan M pada Mercedes-Benz itu semua memberi penekanan emosi yang berbeda dan mengantarkan pesan yang beda juga. “Saya suka huruf karena huruf itu mulanya tidak merepresentasikan apa pun, namun setelah dilekatkan pada sesuatu, baru dia ada maknanya, kan,” ucapnya. Ia mengungkap, benar-benar fokus mendalami tipografi sejak kuliah. ”Saya punya kecenderungan suka tipografi. Pendekatan desain saya lebih banyak ke tipografi,” ujar lulusan S-1 Komunikasi Visual dari Binus University tahun 2005 dan S-2 Desain dari Universitas Trisakti Jakarta ini.Dengan fokus pada desain tipografi ini, Yasser mampu menggaet klien besar. Selain yang sudah disebutkan di atas, ia juga pernah mengerjakan proyek internasional dengan kliennya, European Chamber of Commerce. Klien lainnya: Nivata (resor di Bali), One East, Rocks Wood, UNDP dan Bank Dunia. Untuk klien properti, selain Ciputra dan Pondok Indah Residence, ada juga Intiland dan Metrokencana. Yasser pun pernah dipercaya mengerjakan taman publik, di sebelah barat Monas atau seberang Istana Negara, Jakarta. Proyek ini merupakan hasil kerja sama dengan Semen Holcim, Pemprov DKI Jakarta, dan CARAS sebagai creative place making. “Di proyek tersebut saya diminta sebagai desainernya,” ungkapnya.(*)