Adi Rian

Post by Eva Martha Rahayu, Dec 31, 2016 .

Bekerja dengan rasa cinta pada perusahaan dan banyak mengukir prestasi membuat manajemen pun jatuh hati dan memberi kepercayaan lebih kapada Adi Rian. Di usianya yang ke-28 tahun, Adi dipercaya menjadi Direktur Pemasaran Pegipegi.com.“Alasan saya bergabung dengan Pegipegi.com adalah perusahaan ini mempunyai potensi yang besar karena know how dari Jepang yang sudah sukses memiliki online travel agent terbesar dan spending power sangat tinggi, sehingga saya bisa belajar banyak dari perusahaan,” ujar Adi yang mengaku belajar ilmu pemasaran digital secara otodidak. Pria kelahiran Bandung pada 26 April 1988 ini mengawali karier di Pegipegi.com sebagai asisten manajer pemasaran digital. Dari situ dia belajar lebih dalam tentang industri e-commerce. Tanggung jawabnya adalah menjadikan Pegipegi.com nomor 1 di Indonesia. Dengan strategi pemasaran online yang baik, sampai saat ini Pegipegi.com masih menjadi top 5 untuk kategori hotel di search engine Google.Terobosan yang dilakukan di Pegipegi.com mulai dari produk, pemasaran, analisis data, otomatisasi sampai kemitraan. Sekarang, lebih dari 5.000 mitra bisnis mempromosikan produk Pegipegi.com.Sebelum bergabung dengan Pegipegi.com, Adi pernah berwirausaha membuat agensi digital kecil-kecilan. Dari usaha ini, dia tahu bahwa tren spending industri digital akan terus meningkat.“Mulanya saya tidak menyangka akan bisa terjun ke industri digital karena kerja awal saya menjadi salesman di salah satu perusahaan di Bandung. Bermula melihat rekan saya yang mendapatkan passive income sampai bisa membeli kendaraan mewah dan properti, dari situ saya mulai melirik industri digital marketing untuk belajar lebih banyak,” kata Adi yang pendidikan formalnya S-1 manajemen.Setelah dua tahun, kerja kerasnya menuai hasil. Sebab, saat itu dia bisa mendapatkan passive income setiap bulan dan mendapatkan pekerjaan sebagai eksekutif pemasaran Internet di sebuah perusahaan TI.Proses awal Adi mempelajari pemasaran digital dengan banyak mencoba. Setelah itu, pengukuran dilakukan baik secara online ataupun offline. Pengukuran dengan metode PDCA (plan, do, check, act). Dari metode ini, dia banyak belajar bagaimana setiap kanal dan strategi bekerja, yang mana yang membuahkan hasil, mana yang tidak ada hasilnya. Dari situlah dia mendapatkan pengalaman di industri pemasaran digital. Walaupun hasilnya tidak selalu baik, setidaknya mempunyai studi kasus ke depannya lebih baik lagi.Belum puas dengan pencapaian sekarang, dia ingin berbagi ilmu dengan generasi muda. Sebab, banyak sekali potensi yang bisa digali di Indonesia, tetapi karena kekurangan tenaga ahli, sulit diwujudkan. Maka, beberapa perusahaan e-commerce masih mengambil tenaga ahli dari luar negeri untuk mengisi beberapa posisi penting.“Jangan ragu untuk berbagi, apakah itu ilmu maupun rezeki. Karena dengan kita berbagi, menurut pengalaman yang saya rasakan, banyak sekali hal ajaib yang terjadi dalam hidup ini,” ucap Adi berbagi tip suksesnya. (*) Journalist : Bernadeta Pintarti