Michelle Miranda

Post by Eva Martha Rahayu, Aug 31, 2016 .

“Saya ingin melakukan hal yang baru. Suatu hal yang tidak pernah saya lakukan sebelumnya. Untuk itulah saya memutuskan pindah ke Indonesia,” ujar Michelle Miranda, gadis kelahiran Chicago, 30 tahun silam, saat ditanya tentang alasannya bekerja sebagai ekspatriat di Indonesia.Michelle datang ke Indonesia saat menerima tantangan karier dari NBO Indonesia, perusahaan konsultan human resources (HR) asal Amerika Serikat. Sebelumnya, dia pernah bekerja juga di Sara Lee kantor pusat sebagai HR Generalist. Sedangkan di NBO Indonesia, dia bekerja sudah 5 tahun terakhir dan kini menjabat sebagai Senior Consultant Human Capital Development. Tugas dan tanggung jawab Michelle adalah membangun program pelatihan dengan divisi HR perusahaan klien. “Di Indonesia dan Singapura, kontribusi kami cukup besar,” dia mengklaim. Kendati sudah 5 tahun menetap di Indonesia, lulusan S1 Psikologi dan S2 Human Resources & Industrial Relation dari Universitas Illinois-Urbana Champaign, Amerika Serikat, ini mengaku masih mengalami cultural shock. Alasannya, kondisi Indonesia benar benar beda dengan tanah leluhurnya. Apalagi dunia yang digelutinya memang berurusan dengan manusia, sehingga sangat berkaitan dengan human touch. “Tapi, saya suka Indonesia, karena orang-orangnya friendly dan baik. Saya pun menyukai belajar budaya baru dan mengunjungi destinasi wisata di Lombok, Belitung dan Danau Toba,” ujar pehobi senam yoga dan traveling ini. Bagi Michelle, tantangan terbesar yang dihadapinya justru bukan dari sisi pekerjaan yang dia lakukan, tetapi bagaimana melakukan pendekatan pada orang orang di Indonesia yang memiliki kepribadian berbeda dengan Amerika Serikat. Untuk mengatasi kendala tersebut, dia berupaya melakukan sinergi dengan tim yang dipimpinya untuk mendapatkan keputusan terbaik mengenai HR.Diakuinya, saat ini praktik HR di Indonesia sudah mengalami kemajuan dibandingkan 10 tahun lalu. Apalagi dengan banyaknya informasi yang berkembang seiring laju globalisasi. Untuk menjadikan HR Indonesia lebih baik lagi, dia menyarankan perlu adanya pengelolaan data bagi perusahaan-perusahaan guna mengambil keputusan secara tepat.Ke depan, Michelle akan terus mengembangkan diri di dunia HR. Maklum, sejak awal dia tertarik bidang human behaviour pada bisnis. Seperti yang telah ada, setiap hari pelaku bisnis selalu pergi bekerja. “Saya ingin membantu mereka untuk meningkatkan hidup, karena HR memegang peranan penting dalam membuat peraturan serta kebiasaan yang berujung pada kebahagian dan kepuasan pekerjaan yang dilakukan karyawan sehari-hari,” dia menegaskan. (***)Related