Andika P. Dwilestari

Post by Eva Martha Rahayu, Nov 30, 2016 .

Ketertarikan Andika Puspa Dwilestari pada media sosial (medsos) mengantarkan kariernya di dunia tersebut. Diawali saat dia magang di Radio OZ, lulusan Jurusan Ilmu Komunikasi Spesialis Public Relations dari Universitas Atma Jaya Jakarta ini menangani bagian medsos. Minat itu terus diasahnya di sejumlah perusahaan, sehingga beberapa pihak melihat potensinya. “Saya betul-betul berkarier di tahun 2012 saat bekerja di sebuah agensi dan menangani merek sebagai spesialis medsos,” ujar wanita yang lebih suka disapa Tari ini bercerita.Tari mengaku pernah menangani medsos Oke Hatta Rajasa. Dari situ dia mulai sibuk dengan berbagai aktivitas medsos, dan ketika kampanye pemilihan presiden selesai yang dimenangi pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, maka Tari dipercaya menangani medsos Presiden Joko Widodo. “Setelah 6 bulan saya pegang medsos Presiden Jokowi, saya resign. Alasannya, karena menurut orang tua saya, ini krusial sekali, jadi saya dituntut untuk mencari tempat yang lebih aman. Barulah saya kembali kerja ke agensi lagi, dan saya internship di L’Oreal tahun 2015 sebagai public relations yang menangani produk sampo Matrix, L’Oreal, Kerastase,” dia menerangkan. Meski sudah keren bekerja di perusahaan besar, rupanya jiwa muda Tari masih membuatnya labil. Buktinya, dia keluar masuk bekerja di perusahaan agensi. Setelah 8 bulan menangani sampo Matrix, L’Oreal, Kerastase, toh Tari keluar juga. Selanjutnya, dia mengambil kursus tata rias di Martha Tilaar. Setelah itu, dia balik lagi bekerja di perusahaan agensi, sampai akhirnya ada lowongan pekerjaan di OLX. Bagi Tari, bisnis e-commerce akhir-akhir ini berkembang pesat, sehingga dirinya tertarik bergabung dengan OLX. Secara resmi dia menjadi karyawan OLX per Mei 2016. Job desk kelahiran Jakarta, 23 Maret 1993 ini di OLX adalah menangani semua medsos, ada earn media, own media, page media, dan public relations. Jadi, semua aktivitas medsos OLX dikelola sendiri tanpa ada sponsor, baik ide maupun konten.Tantangan profesi ini, diakui Tari, adalah dinamika perubahan yang sangat cepat. Contoh, hari ini ada event atau isu tertentu, maka harus cepat digarap karena dalam hitungan jam pasti berubah. Mau tidak mau harus aktif dan tanggap terhadap lingkungan sekitar, dan harus cepat juga dalam melakukan penyebaran informasi. “Memang media sekali sih, harus aware terhadap lingkungan sekitar. Alhamdulillah, karena saya sudah terbiasa dan kenal, tidak banyak perubahan. Sekarang, dari saya tidak tahu apa-apa, tidak pernah baca berita, menjadi jauh lebih aware terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat,” dia menguraikan.Meski baru bergabung di OLX, Tari sudah memberikan sesuatu untuk perusahaan. Dia berhasil membuat ide mengenai berkah sahur. Konsep sederhana seperti membuat kuis, tetapi siapa sangka hal ini membuat OLX sebagai satu-satunya e-commerce yang dinominasikan sebagai The Best Brand Index oleh sebuah lembaga. Kemudian, Tari juga membuat semacam gebyar blogger untuk mendekati komunitas demi meningkatkan engagement OLX.Menurutnya, pengalaman menarik bekerja di OLX, yakni walaupun karyawan baru dan masih muda, dirinya diberi kepercayaan yang sangat besar. Buktinya, dia dipercaya membuat pilot project, yang mana idenya semua dari Tari, sehingga menjadi achievement baginya yang tak terlupakan. Namun, dia pun merasa masih harus banyak belajar membuat konten sekaligus copywriting. Pasalnya, user OLX kebanyakan di kelas B-C. Jadi cara komunikasinya harus disesuaikan. Jika terlalu kaku, user tidak akan baca, tetapi kalau terlalu santai akan diremehkan. “Saya juga pegang Twitter Care untuk ngeblast komentar, jadi tata bahasa juga masih saya pelajari. Saya banyak belajar dari pengalaman. Kedua, sharing. Untungnya, Chief Marketing Officer OLX juga open kalau kami minta advise,” ungkap Tari. Harapannya, ingin menjadi CMO dalam 10 tahun ke depan. Eva M. Rahayu/Rizky C. Septania